Habib Ali Al Hinduan : Bendera Tauhid bukan milik HTI, Tapi Milik Seluruh Umat Islam


Kasus pembakaran bendera bertuliskan kalimat tahuid oleh anggota Banser NU -- meskipun mungkin dimaksudkan untuk organisasi yang sudah dilarang pemerintah -- disayangkan Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan MUI Cholil Nafis karena bisa menimbulkan salah persepsi.

"Sebaiknya bendera itu cukup dirampas dan disimpan karena telah menyusup kekerumunan massa para santri, meskipun indikasinya itu bendera HTI. Sebab kain itu bertuliskan kalimat tauhid sehingga kurang elok dan salah persepsikan oleh orang lain," kata @cholilnafis.

Ketua dakwah DPP Front Santri Indonesia dan pengasuh LPD Albahjah IV Kalimantan Barat Habib Ali Alhinduan melalui akun Twitter @alialhinduan mengatakan Ansor memiliki hak menolak Hizbut Tahrir Indonesia, tetapi bukan mengganggu kalimat tauhid karena kalimat tauhid milik umat Islam.

"Saya cinta Indonesia dan saya menghormati merah putih. Tapi kalau begini ceritanya namanya suul adab sama kalimat Tauhid. Anda @gp_ansornu boleh menolak HTI tapi bukan kalimat Tauhid. Bendera Tauhid itu bukan milik HTI, tapi milik umat Islam. Diakherat mau dibawah bendera mana?" kata Habib Ali Alhinduan.

Politikus @Fahrihamzah menambahkan HTI sudah secara sah berdasar hukum dibubarkan, tapi tidak kemudian segala hal yang identik dengan HTI menjadi terlarang.

"Kata Hizbut Tahrir Indonesia tetap sah sebagai kata, seperti halnya kalimat Tauhid adalah milik umat Islam yang tak ternodai hanya karena digunakan HTI," kata dia.



Sumber  : Akurat.co

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wow, Lucinta Luna Ngaku Dirinya Muhammad Fatah?

Apes! Komplotan Pencuri Ini Berhasil Ambil Motor, Tetapi Kehilangan Mobilnya

Terkait Direksi yang Terjaring OTT KPK, Angkasa Pura II Akhirnya Buka Suara