Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2019

Rekam Jejak Dirut Baru BNI, Achmad Baiquni

Gambar
Rini Mariani Soemarno,  Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menunjuk Achmad Baiquni sebagai direktur utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., menggantikan ipar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Gatot M. Suwondo. Achmad Baiquni merupakan direktur keuangan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Dia diangkat sebagai Direktur Keuangan BRI sejak 20 Mei 2010. Dia akhirnya kembali ke bank yang membesarkannya. Baiquni tercatat memulai karir perbankan di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., sejak tahun 1984. Sebelumnya, Baiquni pernah menduduki beberapa jabatan manajerial di BRI. Di antaranya adalah Direktur Bisnis Usaha Kecil, Menengah, dan Syariah, Direktur Korporasi, Direktur Konsumer, dan Pemimpin Divisi Pengelolaan Bisnis Personal. Achmad Baiquni meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Padjadjaran, Bandung pada 1982. Dia kemudian meraih gelar Master of Business Management dari Asian Institute of Management, Makati, Filipina pada 1992. ...

PT Bank Negara Indonesia (BNI) Serius Jajaki Pembukaan Kantor Cabang Di Malaysia

Gambar
Seperti yang kita ketahui bahwa BNI adalah sebuah institusi bank milik pemerintah, dalam hal ini adalah perusahaan BUMN, di Indonesia. Dalam struktur manajemen organisasinya, Bank Negara Indonesia, dipimpin oleh seorang Direktur Utama yang saat ini dijabat oleh  Achmad Baiquni . Belakangan terdengar kabar bahwa PT Bank Negara Indonesia (BNI) telah serius untuk menjajaki pembukaan kantor cabang di Malaysia setelah OJK bersama Bank Negara Malaysia menerapkan Asean Banking Integration Framework (ABIF). "Untuk membuka jaringan kita buka peluang di Malaysia, penkajiannya sudah serius," ujar Direktur Utama BNI  Achmad Baiquni  ‎di Jakarta, Kamis (13/10/2016). Dia menilai potensi besar di negeri Jiran yaitu bisnis remitansi, mengingat banyaknya tenaga kerja asal Indonesia yang bekerja di Malaysia. Sementara mengenai pembukaan cabang di negara Asean lainnya seperti di Myanmar,  Achmad Baiquni  dan Tim Manajemen sudah sangat puas dengan didirikannya k...

Menteri Keuangan Meminta BPJS Kesehatan Perbaiki Manajemen

Gambar
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan sambutannya pada sesi Global Market Award Ceremony pada rangkaian Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Sabtu (13/10/2018). | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ( BPJS ) Kesehatan diminta untuk memperbaiki manajemennya demi menekan defisitnya oleh  Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati . Hal ini juga menjadi pembahasan saat rapat internal yang berlangsung pada Senin (29/7/2019) bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi). Perbaikan sistem tersebut diantaranya seperti database kepesertaan, sistem rujukan pada puskesmas dan rumah sakit, serta sistem dalam menangani tagihan tersebut. "Masih ada beberapa kemarin indikasi kemungkinan terjadi fraud, itu perlu di address," ujarnya di Jakarta, Selasa (30/7/2019). Selain untuk menekan defisit, perbaikan tersebut juga termasuk adanya indikasi terjadinya fraud di keuangan BPJS . Pasalnya, jumlah yang harus dib...

Yayasan Museum As-Salamu Alayka Ayyuha An-Nabiyy Akan Bangun Museum Sejarah Nabi Muhammad di Indonesia

Gambar
Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama Menteri Luar Negri (Menlu) Retno Marsudi menghadiri Bali Democracy Forum (BDF) ke-10 yang diselenggarakan di ICE, Tangerang, Banten, Kamis (7/12).  | AKURAT.CO/Sopian Sebagai bentuk penguatan kerja sama antara Indonesia dan Arab, y ayasan Museum As-Salamu Alayka Ayyuha An-Nabiyy dari Arab akan membangun museum  perjalanan dan sejarah Rasulullah SAW di Indonesia. Salah satu Pimpinan Yayasan, Abdullah Nassir menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres Jakarta, Selasa (30/7/2019), untuk mengutarakan maksud pembangunan museum tersebut. " Museum ini diharapkan dapat diakses tidak hanya oleh masyarakat Muslim Indonesia, tetapi juga masyarakat non-Muslim agar dapat merasakan toleransi  dan ajaran Islam yang agung dan mulia," ujar Nassir di Kantor Wapres Jakarta, Selasa (30/7/2019). Indonesia dianggap sebagai negara non-Islam dengan populasi Muslim terbesar di dunia, sehingga diharapkan pembangunan museum tersebut...

Mulai Dari Sekarang Yuk Ganti Semua Peralatan Rumah Tangga Jadi Non-Plastik

Gambar
Ilustrasi membawa kantong pribadi | ISTIMEWA Bebas plastik adalah salah satu langkah terbesar yang diambil generasi kita menuju masa depan yang lebih baik, j ika ingin generasi kita berkembang di lingkungan yang subur, kita perlu memperbaiki lingkungan yang ditinggali sekarang.  Mulailah dari tempat tinggal Anda yang sederhana,  Anda bisa berkontribusi sedikit. Ganti Kantong Sampah Plastik Ini adalah salah satu masalah terbesar yang dihadapi rumah tangga. Orang tidak tahu alternatifnya. Tapi ada kantong sampah biodegradabledengan mudah tersedia. Jadi tunggu apa lagi? Bawa perubahan itu sekarang! Ganti Botol Plastik dengan Kaca Botol kaca atau stainless steelsangat populer dan itu bagus. Ganti semua botol plastik Anda dengan botol kaca dan berikan kontribusi Anda pada lingkungan. Ganti Clingdan Foil Wraps dengan Beeswax Wrap Cling dan foil wraps adalah barang yang digunakan sehari-hari dan terlihat tidak tergantikan. Namun kini ada beeswax wra...

Bank DBS Diduga Salahgunakan Data Kependudukan Anggota Ombudsman

Gambar
Logo DBS Bank | STRAITSTIMES.COM Salah satu perbankan asing di Indonesia did uga menyalahgunakan data kependudukan seorang Komisioner Ombudsman RI Alvin Lie. Hal ini diketahui melalui cuitan akun Twitternya @alvinlie21.  Anggota Ombudsman RI tersebut terkejut karena menerima pesan berupa SMS dari operator Bank DBS atas nama DBS Indo. Pesan tersebut berisi keterangan bahwa dirinya telah mengajukan digibank KTA Instan ke Bank DBS . "Hai, terima kasih sudah tertarik untuk mengajukan digibank KTA Instan. Yuk, bantu kami untuk jadi lebih baik dengan ikuti survei singkat ini http:tinyurl.com," isi SMS tersebut. Bank Indonesia memberikan tanggapan mengenai cuitan tersebut dan menyarankan untuk melakukan konfirmasi langsung ke pihak DBS atau Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) selaku pengawas perbankan. "Terkait dengan KTA, kami sarankan #SobatRupiah dapat melakukan konfirmasi kepada perbankan terkait atau OJK karena pengaturan dan pengawasan perbank secara...

Waspada! Kerja Keras Ternyata Bisa Memyebabkan Stroke

Gambar
Ilustrasi pekerja keras yang mengalami kelelahan di kantor. | Dailymail.co.uk Ternyata sepertiga dari orang yang bekerja keras mengalami stroke.  Orang yang bekerja selama berjam-jam dan terlalu fokus serta bekerja terlalu keras ternyata dihantui bahaya bagi kesehatan. Hasil penelitian mengungkapkan mereka yang bekerja lebih dari sepuluh jam sehari selama 50 hari berturut-turut memiliki kesempatan mengalami stroke sebesar 30 persen. Jika mereka bekerja selama berjam-jam selama 10 tahun maka kesempatan terkena stroke bisa mencapai 45 persen.  Para peneliti dari Rumah Sakit Paris menyarankan agar orang bekerja secara efisien sehingga bisa mengurangi durasi kerja selama berjam-jam. Peringatan itu setelah mereka menganalisis data kesehatan dan pekerjaan terhadap 143.592 orang yang berusia 18 hingga 69 tahun. Dari data tersebut 296 persen orang bekerja selama berjam-jam. 10 persen di antara melakukan hal itu selama lebih dari satu dekade. Rekam medis menunjukkan ...

Direktur Utama Baru BNI, Achmad Baiquni

Gambar
(Foto: Antara ) Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, telah menetapkan Achmad Baiquni sebagai Direktur Utama menggantikan Gatot M Suwondo yang telah habis masa jabatannya. Achmad Baiquni sebelumnya menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk.‎ Dia diangkat sebagai Direktur Keuangan BRI pada  tanggal 20 Mei 2010.  Achmad Baiquni Memulai karir perbankan di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sejak tahun 1984 dan pernah menduduki beberapa jabatan manajerial, diantaranya adalah Direktur Bisnis Usaha Kecil, Menengah, dan Syariah, Direktur Korporasi, Direktur Konsumer, serta Pemimpin Divisi Pengelolaan Bisnis Personal. Dalam hal pendidikan‎, Baiquni meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Padjajaran, Bandung pada 1982 dan Master of Business Management dari Asian Institute of Management, Makati, Phillipina  pada 1992.  Kemampuannya mengelola bank terus diasah dengan ...