Presiden Bicara Politik Kebohongan, HNW : Harusnya Semua Merasa Tersindir
Pada pidatonya dalam puncak perayaan ulang tahun Partai Golkar, Minggu (21/10). Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak agar politik kebohongan segera diakhiri dan digantikan politik pembangunan.
Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid (HNW) menilai ucapan Presiden tersebut ditujukan untuk semua politikus.
"Harusnya, semuanya merasa tersindir," kata HNW di Kompleks Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (22/10).
HNW menganggap wajar pernyataan yang terlontar dari pidato Jokowi itu. Sebab menurutnya seorang pemimpin negara harus mencontohkan yang terbaik agar masyarakat bisa menilai dan mengikutinya.
"Harusnya kepala negara juga menjadi contoh terbaik. Bagaimana menghadapi politik tanpa kebohongan, tanpa kebencian, kemudian menghadirkan versi atau masalah ditingkat publik. Sudah sangat sewajarnya bila Presdien-lah yang jadi contoh terbaik tentang berpolitik tanpa kebohongan itu. Supaya yang lain pun juga dengan mudah mengikuti," unkapnya.
Meskipun demikian, dirinya setuju dengan ajakan agar mengakhiri politik kebohongan, yang dimulai dari Presiden sendiri untuk menjadi contoh.
"Siapapun yang tidak disebut nama, tindakan itu sangat baik untuk kemudian dimulai dari Pak Jokowi. Supaya menjadi teladan yang sangat baik, sehingga semuanya pun juga dapat melakukan berpolitik yang tanpa kebohongan," pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta para politikus untuk menghentikan politik kebohongan. Hal ini disampaikan Jokowi saat berpidato di puncak perayaan hari ulang tahun Partai Golkar di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (21/10).
"Kita harus akhiri politik kebohongan, politik yang merasa benar sendiri, dan perkuat politik pembangunan. Politik kerja pembangunan, politik berkarya. Pembangunan bangsa sumber daya manusia yang siap bersaing di revolusi industri," kata Presiden Jokowi dalam pidatonya.
Sumber : Akurat.co

Komentar
Posting Komentar