Sektor Pariwisata Paling Merana Bila Bencana Alam Terjadi

Sejumlah warga mulai melakukan aktivitas pasca tsunami di Desa Way Muli, Kalianda, Lampung Selatan, Lampung, Senin (24/12/2018). | ANTARA FOTO/Ardiansyah

Pertumbuhan pariwisata sangat terdampak dengan terjadinya berbagai bencana alam di Indonesia. Karena, mayoritas bencana alam tersebut berlokasi di destinasi wisata. Misalnya, Erupsi Gunung Agung di Bali, Gempa Lombok dan Palu serta baru-baru ini terjadi di Selat Sunda.

Hal ini menyebabkan Indonesia mendapatkan peringatan atau diberikannya status travel warning dari berbagai negara di dunia.

Arief Yahya selaku Menteri Pariwisata mengatakan bahwa dampak terbesar dengan terjadinya bencana alam di daerah destinasi wisata di Indonesia, yaitu penurunan kunjungan wisatawan mancanegara.

"Hipotesanya, status yang ada membuat drop. Dulu, Bali kena 1 juta kunjungan yang tidak visit di tahun 2017. Sebab, tiga bulan lebih berada di posisi bahaya. Yang mereka mengerti bahwa Bali berada di posisi bahaya. Padahal, ada status waspada, siaga dan awas," katanya di Skye, Menara BCA, Jakarta Pusat, Senin (4/3).

Lalu, apa akibatnya? Sebanyak 14 negara mengeluarkan travel warning atau peringatan kunjungan ke daerah tersebut.

"Yang paling berdampak Cina, wismannya tidak ada satupun," ungkapnya.

Tetapi, menteri asal banyuwangi ini sudah meyakinkan kalau Bali sudah aman.

"Akhirnya, recovery di bulan Januari sudah 70 persen. Bulan Februari 90 persen dan Maret 95 persen. Lalu, di bulan April sudah 100 persen," jelasnya.

Pada tahun 2018, Tsunami Selat Sunda terjadi. Akibatnya, sekarang masih tidak ada okupansi yang diterima. Karena hal ini status yang diberikan kepada Selat Sunda.

"Kemungkinan, okupansi di Selat Sunda, Anyer, Carita dan Tanjung Lesung berturut-turut menurun kurang dari 10 persen karena statusnya yang masih awas. Pak Sutopo bilang, aman kalau dari radius 5 kilometer dari anak Krakatau. Jadi, pelajarannya adalah statusnya harus diperbaiki," ungkapnya lagi.



Sumber: AKURAT.CO

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wow, Lucinta Luna Ngaku Dirinya Muhammad Fatah?

Apes! Komplotan Pencuri Ini Berhasil Ambil Motor, Tetapi Kehilangan Mobilnya

Terkait Direksi yang Terjaring OTT KPK, Angkasa Pura II Akhirnya Buka Suara